fbq('track', 'ViewContent');

Investasi

Ketika bicara tentang investasi, reaksi kebanyakan orang adalah: takut atau serakah.

Mereka adalah orang-orang yang berinvestasi tanpa perhitungan logika, semata-mata mengandalkan emosi.

Orang yang takut tidak akan pernah memulai. Orang yang serakah akan berinvestasi dengan membabi-buta (maaf, babi, kamu disebut-sebut) tanpa memperhitungkan risikonya.

Lantas, apa solusinya? Siapkan rencana! Sebab investasi tanpa rencana adalah judi. Sekali lagi, investasi tanpa rencana adalah judi.

Caranya?
Pertama, catat pemasukan bulanan. Kalau karyawan, berarti gaji dan bonus. Kalau pengusaha, berarti cash keuntungan dari bisnis. Tulis angka paling kecil dari pemasukan 6 bulan terakhir.

Kedua, buat daftar pengeluaran bulan. Buat sedetil mungkin. Sudah?
Adakah selisih antara pemasukan dan pengeluaran? Selisih inilah yang diinvestasikan.
Langkah ketiga, tentukan tujuan investasi Anda. Untuk beli rumah? Untuk tabungan masa tua? Kapan Anda akan mencapai tujuan tersebut?

Sekali lagi, tentukan tujuan Anda. Hanya lanjutkan kalau pertanyaan ini sudah terjawab.

Kalau sudah, sekarang kita masuk ke tahap keempat.
Dari tujuan yang Anda buat, kira-kira berapa banyak uang yang perlu Anda sisihkan perbulannya?
Adakah item dari pos-pos pengeluaran Anda yang bisa dikurangi seperti biaya hiburan misal? Dikurangi ya, bukan dihilangkan sama sekali.

Yang terakhir, inilah alasan mengapa selama ini banyak orang yang tidak punya investasi. Karena mereka berusaha berinvestasi dengan uang-uang sisa di akhir bulan.

So, agar semua ini terlaksana, ambillah uang untuk investasi ini begitu Anda menerima uang. Baru sisanya dibelanjakan untuk kebutuhan hidup.

Ke mana harus berinvestasi?
Akan kita bahas di artikel berikutnya.

View All

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *