fbq('track', 'ViewContent');

Tips Belajar Bahasa Asing

BERAPA WAKTU yang dibutuhkan untuk mempelajari suatu keahlian baru?  Josh Kaufman dalam bukunya “The First 20 Hours” menjawab 20 jam.

Menurut pengalaman saya sendiri selama mempelajari 16 BAHASA ASING, saya bisa bahasa Italia dalam waktu 14 jam latihan. Dan bahasa Ibrani 28 jam. Bahasa lainnya di dalam rentang waktu tersebut.

Ketika mengajar bahasa Indonesia untuk Warga Negara Asing, rata-rata murid saya (yang akhir bisa bahasa Indonesia) melakukannya dalam waktu sekitar 20 jam.

Dan kalau ditanya berapa waktu yang dibutuhkan untuk belajar 1 bahasa, saya akan jawab 30 jam.

Hah, cuma 30 jam? Memang seberapa fasih Anda setelah 30 jam latihan?

Menurut CEFR, Common European Framework of Reference, ada 6 level kemampuan berbahasa. Dari yang paling rendah ke paling tinggi:

A1, A2 B1, B2, C1 dan C2.

Dengan pendekatan, metode dan teknik belajar yang tepat, setelah 30 jam latihan, insyaallah kita bisa menguasai level A1.

Bahkan untuk orang yang memang memiliki alasan yang sangat kuat. Apalagi ditambah dengan kecerdasan linguistik yang tinggi, dalam 30 jam Anda bisa mahir level A2.

****

Apa saja yang perlu Anda ketahui di awal belajar sebuah bahasa asing?

1) Struktur dasar kalimat. Beberapa di antaranya:

– Pronomina (kata ganti orang, contoh: Anda, dia & mereka).

– Kalimat verbal dan nominal.

– Konjugasi kata kerja (kata kerja disesuaikan dengan siapa subjeknya).

– Gender untuk bahasa yang kata bendanya memiliki jenis kelamin maskulin dan feminim (sebagian bahasa memiliki jenis kelamin netral, seperti bahasa Rusia dan Jerman).

2) Kuasai 300-600 kosakata yang paling sering digunakan.

3) Latih 2 aspek di atas sampai Anda betul-betul percaya diri dan bisa menggunakannya secara otomatis.

Dengan melakukan ini selama 30 jam, insyaallah Anda sudah mencapai, apa yang Tim Ferris sebut dengan, “Minimum Effective Dose” atau MED.  Yaitu dosis / level MINIMAL suatu keahlian (atau obat) yang bisa Anda gunakan untuk mencapai hasil yang Anda inginkan.

Kalau Anda sudah mencapai MED, Anda bisa belajar secara efektif “hanya” dengan nonton film bahasa asing atau video di Youtube.  Atau dari ngobrol dengan penutur asli / teman-teman sesama pembelajar. Karena Anda sudah punya PONDASI bahasa yang memadai.

***

Apakah 300-600 kosakata tersebut memadai?

Menurut situs testyourvocab.com, pembelajar bahasa Inggris di seluruh dunia, yang bukan penutur asli, bisa rata-rata 2500-3500 kosakata. Kita anggap saja 3000 kosakata.

Kalau dalam 30 jam latihan Anda sudah menguasai 300 kata yang paling sering digunakan, berarti kosakata yang Anda miliki sudah 10% dari kosakata yang dimiliki penutur bahasa Inggris non-native di seluruh dunia. It’s a good start!

Kalau Anda bisa 600 kata, berarti sudah 20%. Oke atau oke banget?

Nah sebagai perbandingan, di tempat kursus yang waktu belajarnya 2x seminggu, untuk belajar 1 level itu biasanya butuh waktu 6 bulan.

Tony Dongy adalah asisten pelatih klub sepakbola-Amerika selama bertahun-tahun.  Suatu hari ia melamar pekerjaan sebagai kepala pelatih (head coach) di sebuah klub, namun ditolak. Ia melamar ke beberapa klub lain, kembali ditolak.

Alasannya karena pendekatan latihan yang ia ajukan dianggap tidak masuk akal.  Hingga suatu hari ia diterima di Tampa Bay.

Berbeda dengan pelatih lain yang mengajarkan banyak formasi, Mr. Dongy hanya mengajarkan 1 formasi untuk timnya.

Namun ia melatih formasi tersebut berulang-ulang sampai setiap orang di tim tersebut bisa menjalankan tugas masing-masing secara otomatis tanpa berpikir lagi. Sampai keahlian tersebut mencapai level UNCONSCIOUS COMPETENCE. Hingga klub yang sudah lama puasa gelar ini akhirnya menjadi juara.

***

Dalam belajar dan mengajar bahasa, saya punya pendekatan yang serupa.

Di 30 jam pertama latihan, saya hanya melatih 300-600 kosakata yang paling-sering-digunakan. Latih terus sampai bisa menggunakannya secara otomatis dan penuh percaya diri. Ketika kita sudah bisa bicara dengan percaya diri, It feels good. Hormon kebahagiaan membanjiri tubuh dan memacu kita untuk belajar lagi dan lagi.

Mengenai cara menguasai banyak kosakata, ada beberapa teknik yang saya bahas di buku “Rahasia Dahsyat Kuasai 7 Bahasa” yang saya tulis. Namun di sesi sharing ini saya hanya bahas 1 teknik yang biasa disebut chunking down. (Chunk artinya pengelompokan).

Agar bisa mengingat kosakata dengan efektif, kita harus menyusun kosakata ke dalam kategori tertentu. Contoh:

KENDARAAN

– sepeda

– sepeda motor

– mobil

– bus

– kereta api

– kapal

– pesawat

 

WARNA

– merah

– jingga

– kuning

– hijau

– biru

– nila

– ungu

Dengan melakukan chunking / pengelompokan seperti ini, berarti Anda memudahkan otak kiri Anda yang memang suka sesuatu yang berurutan.

Teknik ini juga saya gunakan untuk mempelajari kosakata yang bunyinya mirip. Baik yang mirip awalannya, maupun akhirannya.

Contoh ini saya ambil waktu saya belajar bahasa Ibrani.

 

 

 

 

 

 

Dalam melakukan chunking, sebaiknya dibatasi maksimal 7 kata.

Sebagaimana yang disampaikan George Miller, seorang psikolog Amerika, dalam karya klasiknya bahwa MEMORI JANGKA PENDEK manusia hanya bisa memproses MAKSIMAL 5-9 hal secara bersamaan. Dan saya sendiri biasanya men-chunking 3-5 kata.

Bagaimana, dapat sesuatu yang bermanfaat dari tulisan ini?

Share yaaa.

Komandala Putra

  • Polyglot 18 Bahasa 
  • CEO of Indonesia Development Programming

View All

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *