fbq('track', 'ViewContent');

Swalayan, Kriteria Pasangan dan Pikiran Bawah Sadar

Pernahkah Anda pergi ke swalayan untuk membeli sebuah produk namun kemudian justru membeli produk lain? Atau yang Anda beli justru lebih banyak dari yang direncanakan?

Atau di situasi yang berbeda, pernahkan Anda mempunya kriteria jodoh idaman yang bahkan kriterianya Anda tuliskan? Namun pada saat Anda bertemu seorang lawan jenis, ternyata seseorang yang membuat Anda jatuh hati adalah orang yang sifatnya berbeda dengan apa yang Anda kriteriakan?

Why? Kenapa hal ini bisa terjadi? Kenapa kita seolah gagal mengenali apa yang kita sukai?

Sebuah penelitian dilakukan untuk menguji hal tersebut. Ada 10 pasang laki-laki dan perempuan yang mengikuti acara kencan kilat. Mereka adalah orang-orang yang saling tidak mengenal sebelumnya. Sebelum acara dimulai, tim peneliti meminta mereka menuliskan kriteria sosok idaman mereka. Setidaknya, sosok seperti apa yang bias membuat mereka tertarik untuk jatuh hati.

Pada hari H acara tersebut, ada 1 laki-laki yang menjadi favorit semua wanita. Sebut saja namanya Mandala. Sementara itu, ada pula satu wanita yang membuat semua pria terpesona. Sebut saja namanya Citra. (Kesamaan nama bukan hal yang disengaja).

Baik Mandala maupun Citra, keduanya ternyata saling tertarik satu sama lain. Terlepas dari seberapa banyak partisipan wanita  yang menyukai Mandala maupun partisipan pria yang menyukai Citra.

Menariknya, ternyata kriteria (sifat, penampilan, dll) wanita idaman yang Mandala tulis berbeda jauh dengan apa yang ada pada diri Citra. Di pihak lain, ternyata Mandala bukanlah sosok yang sesuai dengan kriteria tertulis yang Citra miliki. Wow!

Satu hari selesai hari H, semua peserta diwawancarai kembali, termasuk Mandala. Namun kali ini, kriteria wanita idaman Mandala adalah wanita yang ciri-cirinya seperti Citra, gadis yang ia kenal semalam! Begitu pun partisipan lainnya.

Seminggu kemudian, mereka diteliti kembali. Kali ini, pasangan ideal mereka adalah “perpaduan” antara kriteria yang mereka tulis sebelum acara dan 1 hari setelah acara. Dan satu bulan setelah hari H, jawaban mereka semua sudah kembali seperti semula, seperti sebelum hari H.

So, apa yang terjadi di sini? Mengapa jawaban mereka berubah seiring berubahnya waktu? Lalu, jika berubah-ubah seperti, jawaban manakah yang “lebih benar?” Mana yang lebih merupakan jawaban asli yang keluar dari “hati mereka”?

Begini, saat seseorang itu sadar bahwa ia sedang diobservasi, maka pikiran sadarnyalah yang bekerja. Ia akan menjawab dengan cara sebagaimana ia ingin dipersepsikan dan dipandang oleh orang lain. Jawabannya tentu akan serasional mungkin.

Namun pada kenyataannya, dalam berperilaku sehari-hari, kita lebih banyak digerakkan oleh pikiran bawah sadar kita. Termasuk dalam hal jatuh cinta dan berbelanja.

Apa yang dimaksud dengan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar? Tunggu artikel berikutnya ya.

View All

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *