fbq('track', 'ViewContent');

Pentingnya Memiliki Target Tertulis 

Mengapa outcome / tujuan itu tidak cukup hanya diucapkan, tapi juga harus ditulis?


Sahabat sekalian, para peneliti pada tahun 1954 mendata semua lulusan Yale University pada tahun tersebut. Ternyata hanya 3% dari mereka yang mempunyai tujuan tertulis. 


Dua puluh tahun kemudian, 1974, para lulusan tersebut kembali diteliti. Hasil yang mengejutkan tampak di sini.


Mereka yang punya tujuan tertulis ternyata hidupnya jauh lebih sukses dan lebih bahagia. 


Jika karyawan, mereka jadi karyawan yang sangat berprestasi dengan gaji yang tinggi. Jika jadi pengusaha, usaha mereka sangat sukses. Total kekayaan mereka yang 3% ini sangat berbeda ketika dibandingkan dengan mereka yang 97%.


Singkat kata, pencapaian 3% lulusan tersebut jauh di atas rekan-rekan satu almamater yang tidak punya tujuan tertulis.


So, masih masih mau menjalani hidup tanpa tujuan?


Nah bicara soal menulis tujuan, outcome atau impian, ternyata menuliskannya saja belum cukup. Masih ada langkah lain yang harus dilakukan, yaitu *memecah target besar tersebut menjadi langkah-langkah kecil*. 


Lalu dari langkah-langkah kecil ini kita pilih *langkah pertama* atau *first step* yang akan dijalankan. 


Mengapa menemukan langkah pertama ini penting? 


Karena kalau kita tidak jelas apa langkah pertama yang akan kita ambil, *bagian-bagian* dalam diri kita akan berebut & bersaing untuk kita dahulukan. Karena masing-masing merasa dirinya paling penting. (Masih ingat materi bulan lalu tentang Ego State?) 


Kalau ini terjadi, biasanya orang tersebut sering bingung apa yang harus ia lakukan. Atau kalau dia sudah memilih melakukan sesuatu, ia merasa tidak yakin dengan pilihannya. 

Pernah mengalami kondisi ini? 


Sekian dari saya,

Komandala Putra 

– Polyglot 18 Bahasa 

– CEO Indonesia Development Programming 

Komandala.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *