fbq('track', 'ViewContent');

Keyakinan dan Efek Plasebo

Pada tahun 1950-an, para dokter melakukan penelitian. Mereka menguji apakah keyakinan pasien terhadap obat benar-benar berpengaruh terhadap efektivitas obat yang diminum sang pasien. Apakah keyakinan akan sembuh mempengaruhi kesembuhan.

Lalu pada sebuah kesempatan, beberapa dokter memberi para pasiennya pil untuk diminum. Yang sebenarnya di dalam pil tersebut hanya berisi gula tanpa kandungan obat apa pun dalam kapsul tersebut. Namun para pasien diberi tahu bahwa pil tersebut sangat efektif untuk menyembuhkan flu dan sakit kepala mereka. Apa yang terjadi?

Ternyata para pasien pun merasa sembuh! Mereka sembuh dengan tingkat kesembuhan yang sama persis seperti mereka minum “obat sungguhan”. Efek ini disebut dengan efek plasebo.

Penelitian selanjutnya dilakukan terhadap 100 orang mahasiswa. Para mahasiswa ini dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama diberi pil merah dan diberi tahu bahwa itu adalah stimulan, zat yang merangsang syaraf dan otot mereka. Padahal sesungguhnya itu adalah obat tidur.

Sebaliknya, kelompok yang satu lagi diberi pil berwarna biru dan diberi tahu bahwa itu adalah obat yang bersifat depresan yang menekan fungsi syaraf dan otot tubuh. Padahal sesungguhnya itu adalah obat yang mengandung stimulan.

Anehnya, kelompok pertama mengaku merasa energik dan perhatian mereka menangkap tajam. Tak terpengaruh bahwa zat yang mereka masukkan ke tubuh adalah zat depresan. Di pihak lain, kelompok yang menelan pil biru merasa mengantuk dan malas meskipun yang mereka minum mengandung zat stimulan.

So, pelajaran apa yang saya dan Anda dapat dari penelitian di atas?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *