fbq('track', 'ViewContent');

Keunggulan Kompetitif

Melihat foto di atas di beranda facebook, ini pendapat saya pribadi. Sekaligus menjelaskan apa itu “keunggulan kompetitif” atau “competitive advantage” versi saya. Seperti biasa, saya lebih suka menjelaskan sesuatu dengan bahasa sehari-hari. Dengan contoh yang mudah ditemui.


Ketika melihat ada lowongan pekerjaan yang mensyratkan tinggi badan minimal sekian, berpenampilan menarik, belum menikah dan seterusnya, saya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang diskriminatif. Sebab saya merasa perusahan tersebut memang berhak untuk menetapkan kriteria-kriteria tertentu. Yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Demi tercapainya tujuan mereka. Bukankah setiap orang memang ingin tujuannya tercapai?

Sebaliknya, saya memilih untuk tidak menyalahkan keadaan. Apalagi memusuhi regulasi. Sebaliknya, saya memilih memaksimalkan potensi diri.

Begini, saya tingginya 160-an cm. Soal ketampanan, dari skala 1-10 yang mana angka 10 itu paling ganteng, mungkin nilai saya 6. Kalau lagi rapi, mungkin bisa naik jadi 7. šŸ˜€

Kalau dulu saya ngotot cari pekerjaan yang mensyaratkan tinggi badan minimal 170 cm dan wajah tampan, mungkin sekarang hidup saya masih belum jelas.

Makanya, waktu itu saya membuat daftar nilai positifĀ yang saya miliki.

1) Fast-learner: bisa mempelajari hal baru dengan cepat.
2) Generalis. Punya wawasan luas tentang berbagai disiplin ilmu, namun tidak mendalami semuanya.
3) Suka memimpin dan hal-hal yang berkaitan dengan manajemen dan strategi.
4) Suka sharing ilmu dan bisa menjelaskan konsep yang rumit dengan bahasa yang sederhana.

Dari keempat poin di atas, saya memutuskan untuk menjalankan bisnis. Karena saya lebih kuat dalam hal konsep dan strategi, saya pun merekrut tim yang jago hal-hal teknis. Orang yang fokus pada 1 bidang pekerjaan yang spesifik. Soal gaji? Itu bisa “disiasati” dengan sistem bagi hasil dari keuntungan.

Tugas saya adalah menentukan goal lalu mengkomunikasikan gambaran besar rencana saya kepada tim. Beserta strategi-strategi umumnya. Lalu tim saya yang menerjemahkannya menjadi rencana kerja yang bersifat teknis.

Pada akhirnya, ketampampan wajah dan tinggi badan menjadi tidak relevan bagi “permainan” atau “kompetisi” yang saya pilih. Sebab saya berfokus pada kekuatan diri. Untuk kemudian saya kembangkan menjadi keunggulan kompetitif yang saya miliki.

Saya bisa, Anda yang hebat tentu lebih bisa. So, apa nilai positif yang Anda miliki dan ingin kembangkan?

Sekian dari, Komandala Putra.

Investor | Trainer | Business Coach

Seminar Business Mastery

Workshop Cerdas Finansial

Neo NLP Practitioner

View All

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *