fbq('track', 'ViewContent');

Ditraktir Perempuan (Sebuah Keyakinan)

Saya pernah memegang sebuah “belief” dengan kaku: TIDAK MAU DITRAKTIR PEREMPUAN. Sebuah belief yang sudah saya miliki sejak SD. Sebab menurut saya waktu itu, laki-laki makan uang perempuan = lemah.


Suatu hari di masa SMA seorang teman merayakan ulang tahun. Sempat berniat mau bayar sendiri pesanan yang saya makan. Namun akhirnya saya terima traktiran tersebut karena khawatir teman saya tersinggung. Dan saya makan dengan perasaan hati yang tidak enak.

Belief tersebut tetap saya pegang hingga tahun 2014. Ketika saya dan seorang teman perempuan berdebat di rumah makan tentang siapa yang akan membayar. Saya enggan menerima traktirannya meskipun traktiran tersebut ia alamatkan sebagai ungkapan terima atas bantuan hari itu. Sebuah perdebatab yang akhirnya saya biarkan dia “menang” ketika menyadari perdebatan kami mulai menarik perhatian si pemilik rumah makan.

Pun tahun 2015 saya tetap merasa tidak enak jika makanan saya dibayari perempuan. Ada perasaan malu juga di sini. Bahkan jika yang mentraktir tersebut adalah klien.

Well, menurut saya, belief di atas sebenarnya sangat memberdayakan jika digunakan pada konteks yang tepat. Seperti saat ini ketika saya sudah serius ingin menikah. Saya jadi punya energi dan semangat berlimpah untuk menambah sumber aliran pendapatan. Untuk mengundang lebih banyak lagi rezeki. Agar jika nanti istri saya memilih untuk punya penghasilan sendiri, insyaallah, penghasilan tersebut menjadi milik dia 100%.

Untuk situasi ketika ada teman perempuan berbaik hati menanggung biaya makan, kini saya memaknai traktiran tersebut dengan cara berbeda. Tanpa perlu merasa malu. Sambil saya doakan supaya rezekinya terus bertambah, terus berlimpah.


So, belief bukanlah soal benar atau salah. Namun memberdayakan atau tidak.

Maka dari itu, saya dan Anda tidak boleh kaku dalam memegang sebuah belief. Sebaliknya, bersikaplah fleksibel. Gunakan belief secara tepat pada konteks yang tepat.

Sekian dari, Komandala Putra.

Trainer NLP

View All

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *