fbq('track', 'ViewContent');

Business Insight #1

Manusia cenderung melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya. Termasuk dalam hal membeli produk atau jasa. Memang sifat alami manusia seperti itu. Sebisa mungkin mencari sesuatu yang terbaik menurut dirinya.

Dalam hal membeli produk, mereka cenderung membeli berdasarkan *value* yang dimiliki produk tersebut. Mereka membandingkan manfaat suatu produk dengan harganya.

Kalau ada 2 produk yang memiliki nilai manfaat yang sama persis, mereka cenderung memilih produk yang harganya lebih rendah.

Misal, produk A dan produk B nilai manfaatnya sama-sama 100. Tapi harga produk A 10, produk B 5, tentu konsumen cenderung memilih produk B.

Di dalam persaingan bisnis, *strategi standard* yang dilakukan adalah *menurunkan harga*. Istilah “perang harga”. Yang kalau dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, profit jadi minim dan pertumbuhan bisnis melambat.

Strategi yang lebih canggih adalah dengan mempertahankan harga, namun meningkatkan manfaat.

Meningkatkan manfaat itu bisa dilakukan dengan menambah *manfaat fisik* dan/ atau *manfaat emosional*.

Menambah manfaat fisik, bisa kita lakukan dengan menambah fitur produk, meng-upgrade kualitas bahan baku, memberikan lebih banyak bonus, dsb. Yang tentu saja membuat biaya naik dan profit berkurang. Karena upgrade bahan baku butuh biaya lebih kan?

Di sisi lain, meningkatkan *manfaat emosional* dilakukan dengan cara *branding*. Dengan cara apa? Branding.

Tantangan untuk kita para pebisnis, ada pertanyakan yang mesti kita tanyakan ke diri sendiri dan juga tim.

“Apa yang membuat kita layak dibeli konsumen?”

“Apa yang membuat konsumen perlu membeli dari kita, bukan dari kompetitor?”

Sekian dari saya, Komandala Putra.
Pakar Strategi Bisnis

Investor untuk UMKM

Penulis buku “Rahasia Dahsyat Kuasai 7 Bahasa”

 

 

View All

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *