fbq('track', 'ViewContent');

Alami Musibah, Orang Terkena Tiga Efek Ini

Ada 3 efek yang bisa orang rasakan ketika mengalami musibah atau petaka.

Untuk memahami hal itu, mari kita lihat apa yang terjadi pada warga London ketika kota mereka dibombardir Jerman selama 8 bulan. Bahkan pernah 57 malam berturut-turut.

Beberapa tahun sebelum Perang Dunia II dimulai, Pemerintah Inggris memprediksi akan ada jutaan warga London yang panik dan mengalami gangguan kejiwaan. Mereka lalu mendirikan beberapa RSJ di luar kota.

Tahu apa yang terjadi?
RSJ itu akhirnya dialihfungsikan menjadi RS militer karena tak satu pun pasien gangguan jiwa yang datang. Kepanikan tak terjadi, pemerintah salah memprediksi. Mayoritas warga sipil London malah jadi semakin sabar, semakin tegar! Mereka semakin berani!

Apa yang terjadi? Bagaimana penjelasannya?

Menurut J.T. MacCurfy dalam bukunya The Structure of Morale yang kemudian dikutip Malcolm Gladwell dalam bukunya David and Goliath, ketika bom jatuh, orang-orang yang “menjadi korban” terbagi menjadi 3.

Kelompok pertama: yang terbunuh.

Kelompok kedua: yang nyaris kena.
Mereka melihat dan merasakan ledakan, juga kehancuran, secara langsung, mungkin juga terluka. Mereka menjadi kelompok yang mengalami syok.

Kelompok ketiga: yang tidak kena.
Mereka mendengar bunyi sirene, melihat pesawat musuh di atas, dan mendengar ledakan bom. Namun bom jatuh cukup jauh dari posisi mereka.

Dan jika mereka mengalami ini lebih dari 1x dan mereka tetap hidup, mereka justru merasa “kebal”. Merasa “tak tersentuh” oleh bom, merasa senang. Bahkan mereka merasa tak takut pada kematian. Setidaknya tidak takut mati karena bom.

Mengapa? Karena 40.000 korban tewas dan 46.000 korban luka tersebar di kota yang penduduknya 8 juta lebih. Artinya ada lebih banyak orang yang “tidak kena” dibanding “yang terbunuh” dan “nyaris kena”. Dan mereka yang tidak kena itu menjadi semakin sabar, semakin tegar.

Hubungannya dengan kehidupan sehari? Hubungkan saja sendiri. Hehe.

Saya sendiri pernah mengalami efek tidak kena.

Waktu itu Desember 2015 waktu saya sempat duel melawan penjambret yang pegang senjata pisau. Sebenarnya sulit juga untuk disebut duel, karena waktu itu penjahatnya ada 2 (yang 1 lagi nunggu di motor).

Alhamdulillah, berkat perlindungan Allah, saya selamat dan HP saya yang mau direbut masih bisa saya pakai untuk menulis status ini. Bahkan dulu bisa memberi “tanda tangan” ke penjambret itu.

Selesai kejadian, saya jadi semakin berani, semakin tenang menghadapi hidup. Makin yakin bahwa saya hanya akan meninggal kalau itu memang sudah ajal saya.

So, Anda pernah mengalami efek tidak kena? Bagaimana ceritanya?

View All

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *