fbq('track', 'ViewContent');

Perjalanan Menjadi Poliglot

Mas Mandala bisa 18 BAHASA. Sejak kapan mulai belajar bahasa asing?

Well, saya tertarik dengan bahasa Inggris sejak usia 8 tahun dari buku sekolah kakak saya.

Umur 10 tahun, kelas 5 SD, baru belajar bahasa Inggris di sekolah.

Umur 11-14 tahun serius banget belajar bahasa Inggris di SMP dan tempat les.

Kelas 1 SMA, tahun 2006, saya mulai sering chatting ke orang-orang asing. Karena saat itu belum ada paket data seperti sekarang, biaya internetan pun mahal. Pulsa 50rb cuma bisa untuk 3-5 hari.
Cuma karena sangat serius untuk berlatih bahasa Inggris, saya rela jarang jajan supaya bisa beli pulsa.

Akhir 2007, ada provider lain yang Internetnya lebih murah. Dan saya semakin sering chatting. Plus download berbagai materi bahasa Inggris.

Tahun 2008 saya mulai tertarik belajar bahasa asing selain bahasa Inggris. Namun saat itu toko buku di Belitung Timur belum ada yang menjual buku yang membahas bahasa asing selain bahasa Inggris.

Yang ada cuma kamus bahasa Jepang dan bahasa Belanda.
Dengan uang jajan yang dikumpulkan saya beli kedua kamus tersebut. Berharap bisa belajar dari kamus. Tapi ternyata hasilnya nihil.

Tahun 2009 tamat SMA dan langsung meninggalkan kampung halaman.

Di Jakarta, ada banyak buku buat belajar bahasa asing, namun kadang harganya sampai ratusan ribu. Ikut kursus juga 700rb-an per bulan.

Sementara itu, uang jajan terbatas. Saya pun menyisihkan uang bulanan untuk beli buku dan ikut kursus. Gapapa sedikit menahan urusan perut, asal otak terisi.

Selama di Jakarta ini saya belajar bahasa ke berbagai tempat, ke berbagai guru. Saya juga mencoba berbagai pendekatan, metode dan teknik. Pun melakukan survei ke sesama pembelajar bahasa.

Untuk melengkapi ilmu yang sudah dimiliki, saya pun belajar ilmu pengembangan diri ke berbagai kota di Indonesia.
Ikut pelatihan yang harganya jutaan.

Kalau uangnya cukup naik pesawat, saya naik pesawat. Kalau ga, naik kereta api atau transportasi lain. Bahkan dulu pernah pernah dari Beji, Depok, ke Kabupaten Bogor yang jauuuuh banget naik motor pakai jas hujan

Penginapan pun kalau lagi ga bisa di hotel, saya cari penginapan murah.

Pengalaman ini yang membuat saya semakin yakin bahwa ketika sesuatu itu PENTING dan kita BENAR-BENAR ingin melakukan sesuatu, pasti ada jalannya. Kalau tidak, pasti seribu alasan yang bakal muncul.

Alhamdulillah, sekarang tinggal memetik hasilnya sambil terus menanam “benih-benih” baru.

View All

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *